Powered by Blogger.

Tentang Saya

My Photo
Rizka Khairunnisa
View my complete profile

Followers

About

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

RSS

Bahagia


theresiaregina.wordpress.com


Catatan ini aku tulis di kamarku yang sempit nan hangat di tengah hiruk pikuk kota Bandung pada awal September
Saat aku merindukan masa-masa liburan yang baru kulewati
Liburan yang manis
Karena aku benar-benar bahagia saat itu
Memangnya, seperti apa kebahagiaan itu?

Kau tahu,
Bahagia adalah
Saat melihat wajah nenek yang berbinar saat aku datang
Sengaja memotong seekor ayam kampung peliharaannya
Memasaknya dengan bumbu turun temurun
Untuk menyambut tradisi yang kami sebut ‘munggahan’

Bahagia adalah
Saat bangun di pagi buta
Menyalakan kompor dan menuang sayur ke piring-piring
Menahan dingin yang menusuk kulit
Dan menarik selimut lebih rapat

Bahagia adalah
Saat membuat dapur mengepul di sore hari
Berharap masakan akan terasa lezat
Dan seisi rumah kenyang nanti malam, termasuk kucingku

Bahagia adalah
Saat memasukkan pakaian ke dalam koper
Menerjang angin demi sampai di stasiun
Dan mengantri tiket, berharap masih ada bangku tersisa untukku

Bahagia adalah
Saat memandang keluar jendela
Hanya ada barisan semak belukar dan pohon menjulang
Tersenyum sendiri membayangkan masa-masa lalu

Bahagia adalah
Saat membeli kembang
Menaburnya di atas pusara dan melantukan kalam-Nya
Semoga Mama tenang di sana

Bahagia adalah
Saat melihat wajah mungil yang tersenyum lebar
Berteriak, “Mbak Riskaaa” dan mencium tanganku
Sibuk bertanya aku menaiki kereta apa kemarin

Bahagia adalah
Saat melihat wajah-wajah mungil itu terlelap
Setelah kuceritakan kisah Nabi Khidir dan nabi Nuh
Berdoa agar mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah

Bahagia adalah
Saat mengecup wajah-wajah mungil itu
Mengusap rambut dan melihat senyum yang terukir
Betapa manisnya mereka

Bahagia adalah
Saat menggandeng tangan mereka
Betapa aku menyayangi malaikat-malaikat kecil ini
Hingga ingin kurobek tiket perjalanan pulangku

Bahagia adalah
Saat bingung memilih kue
Melihat dompet, sadar uangku tidak cukup
Demi melihat wajah kaget sahabatku saat kubawa kue dan lilin itu

Bahagia adalah
Saat tawa di sela cerita masa sekolah
Membuat pandangan terarah kepada kami
Mungkin bertanya-tanya, kenapa kami begitu berisik

Bahagia adalah
Saat melihat sahabatku sudah mendapatkan tambatan hati
Walaupun aku belum
Berdoa agar mereka tetap bersama hingga pelaminan dan ajal menjelang

Bahagia adalah
Saat isi koperku bertambah
Dan berterima kasih kepada pemberinya
Kemudian menentengnya dengan semangat

Bahagia adalah
Saat bertemu wajah-wajah yang kurindukan
Setelah berbulan-bulan tidak bertemu
Betapa dewasanya dibandingkan dulu

Bahagia adalah
Saat bercerita pada paman
Bertanya kabar dan musim apa di sana
Berharap bisa bertemu atau bahkan menyusulnya


Bahagia adalah
Saat membuka mata dan melihat ke luar jendela
Bertanya-tanya aku di mana
Lalu sadar, perjalanan masih jauh menuju rumah

Bahagia adalah
Saat menundukkan hati dan kepala
Mengucap maaf pada sesepuh
Lalu mendapat wejangan yang tak akan kulupakan

Bahagia adalah
Saat melihat berkeliling
Hamparan toples berisi kue yang lezat
Lalu menyantapnya malu-malu

Bahagia adalah
Saat ikut jamuan makan
Sebagai syarat sah kunjungan
Walaupun perut tidak kosong, aku tidak menolak

Bahagia adalah
Saat berkumpul bersama
Bercengkerama, tersenyum, tertawa
Hanya saat-saat ini kami semua ada

Dari semua bahagia itu, tentu saja ada sedih
Tapi di antara semua bahagia itu hanya ada satu sedih
Yaitu
Saat aku melambaikan tangan
Menatap lambaian mereka
Kemudian berdoa
Semoga umurku masih panjang
Agar aku bisa bertemu mereka lagi
Tempat aku berlindung, tempat aku kembali
K   E   L   U   A   R   G   A


Bandung, 5 September 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment