Powered by Blogger.

Tentang Saya

My Photo
Rizka Khairunnisa
View my complete profile

Followers

About

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

RSS

Kajian Ayat Ash-Shaff Ayat 5


KAJIAN AYAT
Q.S. ASH-SHAFF AYAT 5
diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Tutorial



Oleh :
Rizka Khairunnisa
(1104241)








PROGRAM STUDI BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2012






PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah kepada manusia sebagai pedoman. Pedoman dalam hal ini mencakup berbagai arti, baik pedoman sebagai sumber hukum Islam yang pertama, pedoman dalam beribadah, maupun pedoman dalam berdakwah. Namun, yang terjadi dewasa ini, bukanlah al-Qur’an yang menjadi pedoman tertulis kehidupan mansia, melainkan sumber tertulis lain yang dibuat manusia yang bahkan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Lalu, bagaimana caranya agar kita kembali kepada al-Qur’an sebagai pedoman utama manusia? Pengenalan berupa tafsiran ayat maupun maknanya bisa menjadi salah satu cara untuk mengakrabkan diri dengan al-Qur’an. Sebab, penafsiran ayat-ayat al-Qur’an tidak secara parsial, namun secara menyeluruh untuk menghindari kesalahan penafsiran kadungan ayat tersebut. Mempelajari dan memahami makna dan kandungan al-Qur’an merupakan kewajiban kita sebagai ummat Rasulullah SAW. Walaupun hanya membaca saja dibolehkan, namun akan lebih afdhal jika kita juga belajar mencintai kala-kalam Allah yang sangat indah ini.
Pada makalah ini penulis akan mengkaji salah satu ayat dalam Al-Quran yaitu Q.S Ash-Shaff ayat 5.
2.      Manfaat Penulisan
Adapun yang menjadi manfaat penulisan adalah:
-          Mengetahui isi dan terjemahan dari Q.S Ash-Shaff ayat 5
-          Memahami kandungan ayat dari Q.S Ash-Shaff ayat 5
-          Memahami tafsir dan asbabun nuzul dari Q.S Ash-Shaff

3.      Referensi yang digunakan
Referensi yang kami ambil bersumber dari internet, sebab melalui internet akses dalam memperoleh informasi sangat mudah, termsuk mencari sumber kajian ayat al-Qur’an. Kita mengambil sumber kajian dari blog maupun website, yaitu shirotolmustaqim.wordpress.com, pks-jepang.org, dan users6.nofeehost.com. Pada blog yang diambil sebagai referensi berisi tafsir-tafsir Ibnu Katsir.




KANDUNGAN AYAT
1.      Isi  dan Terjemahan

Description: http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s061/a005.png
Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya:` Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu? `Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.” (QS. 61:5)

2.      Tafsir dan Asbabun Nuzul
Surat ash-Shaf terdiri dari 14 ayat yang memiliki banyak hikmah di dalamnya. Ia bercerita tetang kesucian Allah sebagai Dzat. Ia juga bercerita tentang Musa `alaihi salaam dan `Isa `alaihi salaam yang didustakan umatnya. Pun ia bercerita bahwa islam adalah agama yang benar dan cahaya yang takkan padam. Serta, surat ini juga berbicara tentang jihad, larangan untuk mundur darinya dan janji-janji Allah bagi pelaksananya. Yang terakhir adalah yang paling berkenaan dengan sebab turunnya surat ini. Demikian jumhur ulama.
Sebagaimana diriwayatkan dalam suatu hadits, turunnya surat ini berkenaan dengan perkataan sahabat yaitu, “Seandainya kita mengetahui amal yang paling dicintai Allah, niscaya kami mengamalkannya.” Lalu Allah pun menurunkan surat ini, sebagai jawaban atas keingintahuan para sahabat.
Adapun tafsir Q.S Ash-Shaff ayat ke-5 dari tafsir Ibnu Katsir adalah sebagai berikut. Allah berfirman memberitakan tentang hamba, Rasul dan Kalim-Nya, Musa bin Imran. Musa bekata kepada kaumnya, “mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?”

Maksudnya, mengapa kalian selalu menyakitiku padahal kalian tahu aku telah berkata jujur tentang risalah yang aku bawa kepada kalian. Ini merupakan hiburan bagi Rasulullah Muhammad atas apa yang menimpa kalian dari orang-orang kafir di antara kaumnya ataupun yang lainnya.

Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar menyampaikan kepada kaum muslimin tentang Nabi Musa A.S. di waktu ia berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, kenapa kamu sekalian menentang dan menyakitiku', sehingga kamu tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kamu mempercayaiku sebagai seorang Rasul yang diutus Allah kepadamu".
Dalam ayat yang lain diterangkan bahwa Musa A.S. memerintahkan kaumnya memasuki kota Baitulmakdis, tetapi kaumnya mengingkarinya. Allah SWT berfirman:

يا قوم ادخلوا الأرض المقدسة التي كتب الله لكم ولا ترتدوا على أدباركم فتنقلبوا خاسرين قالوا يا موسى إن فيها قوما جبارين وإنا لن ندخلها حتى يخرجوا منها فإن يخرجوا منها فإنا داخلون
Artinya:
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya, jika mereka keluar daripadanya pasti kami akan memasukinya". (Q.S Al Ma'idah: 21-22).
Ayat ini merupakan penawar hati Nabi Muhammad SAW. dan kaum muslimin agar selalu bersabar menghadapi sikap orang-orang munafik, yang mengaku dirinya muslim, tetapi di belakang Rasulullah SAW. mereka mengingkarinya. Sehubungan dengan itu Rasulullah pernah bersabda "Mudah-mudahan Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada Musa yang disakiti kaumnya lebih berat dari yang terjadi pada diriku ini, tetapi ia tetap sabar".

Allah SWT melarang kaum muslimin menyakiti hati Rasulullah SAW., seperti yang telah dialami oleh Nabi Musa A.S. Dia berfirman: 


يا أيها الذين آمنوا لا تكونوا كالذين أذوا موسى فبرأه الله مما قالوا وكان عند اله وجيها
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan yang terhormat di sisi Allah. (Q.S Al Ahzab: 69).
Setelah orang-orang yang mendurhakai Rasul itu berpaling dan mengingkari kebenaran, sedangkan mereka mengetahui kebenaran itu, Allah pun memalingkan hati mereka dari petunjuk-Nya, sehingga mereka tidak mungkin lagi mendapat petunjuk. 
Allah SWT berfirman: 

ونقلب أفئدتهم وأبصارهم كما لم يؤمنوا به أول مرة ونذرهم في طغيانهم يعمهون
Artinya:
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Alquran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan yang sangat. (Q.S Al An'am: 110)

Yang dimaksud dengan Allah memalingkan hati orang-orang kafir dalam ayat ini, ialah membiarkan dalam keadaan kesesatan. Semakin banyak kesesatan dan kemaksiatan yang telah diperbuatnya, semakin jauh pula mereka dari petunjuk Allah, sehingga bagi mereka sulit kembali ke jalan yang benar.
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan pernyataan-Nya di atas bahwa orang yang telah jauh dari jalan yang benar itu, tidak mungkin lagi memperoleh taufik dan hidayah dari pada-N. Mereka adalah orang-orang yang fasik, sedangkan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

3.      Kajian Berdasarkan Disiplin Keilmuan Biologi
Kami belum dapat mengkaji ayat ini berdasarkan disiplin keilmuan biologi, karena kami belum menemukan keterkaitan ayat ini dengan disiplin ilmu biologi.

KESIMPULAN

Surat Ash-shaff ayat 5 ini merupakan jawaban bagi Nabi Muhammad SAW. dan kaum muslimin jika menghadapi orang-orang munafik. Dan pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan pernyataan-Nya di atas bahwa orang yang telah jauh dari jalan Allah yang benar itu, tidak akan mendapat hidayah lagi dari Allah. Mereka adalah orang-orang yang fasik, sedangkan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment